DIARE

Diare adalah buang air besar dalam bentuk cairan  lebih dari tiga kali dalam satu hari dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih. Orang  yang mengalami  diare  akan  kehilangan  cairan  tubuh  sehingga menyebabkan  dehidrasi  tubuh.  Hal  ini  membuat  tubuh  tidak  dapat berfungsi dengan baik dan dapat membahayakan jiwa, khususnya pada anak dan orang tua. Dikenal diare akut yang timbul

dengan tiba-tiba dan berlangsungbeberapa hari dan diare kronis yang berlangsung lebih dari tiga minggu bervariasi dari hari ke hari yang disebabkan oleh makanan tercemar atau penyebab lainnya (Anonim 1985; Winardi 1981).

Bahaya utama diare adalah kematian yang disebabkan karena tubuh banyak kehilangan air dan garam yang terlarut yang disebut dehidrasi. Kematian lebih mudah terjadi pada anak yang bergizi buruk, karena gizi yang buruk menyebabkan penderita tidak merasa lapar dan orang tuanya tidak segera memberi makanan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang (Anonim, 1985). Dehidrasi lebih mudah terjadi pada bayi dan balita serta pada penderita demam. Derajat dehidrasi diukur menurut persentase terjadinya penurunan berat badan selama diare. Bila berat badan turun kurang dari 5% termasuk dehidrasi ringan, berat badan turun 5%-10% termasuk dehidrasi sedang dan bila berat badan turun lebih dari 10% termasuk dehidrasi berat (Anonim 1985; 1990).

PENYEBAB DIARE
1.   Infeksi  dari  berbagai  bakteri  yang  disebabkan  oleh  kontaminasi
makanan maupun air minum;
2.   Infeksi berbagai macam virus;
3.  Alergi  makanan,  khususnya  susu  atau  laktosa  (makanan  yang
mengandung susu);
4.   Parasit yang masuk ke  tubuh melalui makanan atau minuman yang
kotor.
PENCEGAHAN DIARE
Diare mudah dicegah antara lain dengan cara:
1.   Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting:
1) sebelum makan, 2) setelah buang air besar, 3) sebelum memegang
bayi,  4)  setelah  menceboki  anak  dan  5)  sebelum  menyiapkan
makanan;
2.   Meminum air minum sehat, atau air yang telah diolah, antara lain
dengan cara merebus, pemanasan dengan sinar matahari atau proses
klorinasi;
3.   Pengelolaan  sampah  yang  baik  supaya  makanan  tidak  tercemar
serangga (lalat, kecoa, kutu, lipas, dan lain-lain);
4.   Membuang  air  besar  dan  air  kecil  pada  tempatnya,  sebaiknya
menggunakan jamban dengan tangki septik.
PENYEMBUHAN DIARE
1.   Minum dan makan secara normal untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang; Cairan rehidrasi oral yang dipakai oleh masyarakat adalah air kelapa, air tajin, air susu ibu, air the encer, sup wortel, air perasan buah dan larutan gula garam (LGG). Pemakaian cairan ini lebih dititik beratkan pada pencegahan timbulnya dehidrasi. Sedangkan bila terjadi dehidrasi sedang atau berat sebaik nya diberi minuman Oralit. Oralit yang menurut WHO mempunyai komposisi campuran Natrium Klorida, Kalium Klorida, Glukosa dan Natrium Bikarbonat atau Natrium Sitrat sekarang dijual dengan berbagai merek dagang seperti Cymatrolit, Eltolit, Ottolyte, Kritallyte dan Aqualite mengandung komposis yang sama (Bromilow 1993; Patra1992).

-2.   Untuk bayi dan balita, teruskan
minum ASI (Air Susu Ibu);
3.   Garam Oralit.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s