mukoadesif dan mikrokapsul

tinjauan tentang mukoadesif

Sistem penghantaran obat secara mukoadesif adalah sistem penghantaran obat dengan menggunakan bahan polimer yang memiliki sifat mukoadesif setelah terjadinya proses hidrasi yaitu mengikat lebih lama pada cairan mukosa, sehingga dapat digunakan untuk menghantarkan obat pada target sitenya dalam waktu yang lebih lama. Rute pemberian obat dengan sistem penghantaran secara mukoadesif adalah oral, bukal, vaginal, nasal dan ocular.

Proses yang terlibat pada pembentukan ikatan mukoadesif dapat dideskripsikan dalam tiga tahap :

1. Wetting dan swelling dari polimer untuk membentuk pelekatan dengan jaringan biologi

2. Interpenetrasi dari rantai polimer mukoadesif dan belitan dari polimer dan rantai mucus

3. Pembentukan ikatan kimia yang lemah antara belitan rantai

Dalam pembuatan sediaan obat mukoadesif perlu diperhatikan penggunaan polimer. Polimer-polimer yang dapat digunakan dalam sediaan obat mukoadesif dibagi dalam dua golongan yaitu polimer hidrofilik dan hidrogel. Yang termasuk dalam polimer hidrofilik adalah polimer yang mengandung grup karboksilik contohnya Poli Vinil Pirolidon (PVP), Metil Cellulosa (MC), Sodium Carboxy Metil Cellulosa (SCMC), dan derivate selulosa lainnya. Yang termasuk dalam hidrogel adalah polimer yang mampu dikembangkan ketika menyerap air yang artinya ketika berada pada jaringan terjadi gaya adhesi. Contoh polimer golongan ini adalah Carbopol, Polyacrylates, Chitosan, dan lain-lain. Untuk membentuk adhesi diperlukan beberapa hal dibawah ini :

1. Jumlah gugus yang mencukupi untuk membentuk ikatan hydrogen

2. Muatan anion permukaan

3. Bobot molekul yang tinggi

4. Fleksibilitas rantai yang tinggi

5. Tegangan muka yang menginduksi penyebaran pada lapisan mukosa

2.2 Tinjaun tentang Mikrokapsul

Mikrokapsul merupakan proses dimana suatu partikel kecil atau droplet dikelilingi oleh sebuah salut pada sebuah kapsul yang kecil. Atau dengan kata lain mikrokapsul merupakan suatu bentuk kecil kapsul, dimana bagian dalamnya mengandung droplet atau bahan solid atau likuid yang dilapisi bahan polimer. Bagian dalam mikrokapsul disebut inti atau fase internal dan bagian terluar atau dindingnya disebut coating atau membrane atau kulit. Kebanyakan mikrokapsul memiliki diameter baik itu micrometer maupun millimeter. Beberapa mikrokapsul memiliki bentuk yang sederhana. Intinya bisa berupa sebuah kristal, partikel adsorben, sebuah emulsi, suspensi solid, atau suspensi. Beberapa mikrokapsul memiliki lebih dari satu lapisan atau salut.

Keuntungan sediaan dengan mikrokapsul adalah dapat merubah likuid menjadi solid, memisahkan komponen yang reaktif, sebagai proteksi, memperbaiki sediaan, mengisolasi bahan aktif, contohnya mengisolasi vitamin dari efek deteriosasi dari oksigen, memperlambat evaporasi dari inti yang mudah menguap, mempengaruhi pelepasan obat. Bahan aktif dibuat dalam ukuran micron yang akan dicampur dengan polimer sebagai pembawa.

Pembuatan Mikrokapsul

1. Metode Fisika

1.1. Pan coating

1.2. Air-suspension coating

1.3. Centrifugal extrusion

1.4. Vibritional Nozzle

1.5. Spray-drying

2. Metode Kimia

2.1. Interfacial polymerization

2.2. In-situ polymerixation

2.3. Matrix polymerization

2.4. Orifice-Ionic Gelation Method

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s