10 tips saat ujian

10 tips untuk membantu kamu dalam mengerjakan ujian:

1. datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal, bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan seperti pensil, pulpen, kamus, jam tangan, penghapus dll. perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi mengerjakan ujian.

2. tenang dan percaya diri, ingatkan diri kamu bahwa kamu sudah siap dan akan mengerjakan ujian dengan baik.

3. bersantailah tapi waspada, pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian..

4. preview soal2 ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu yang tidak terbatas), luangkan 10% dari waktu ujian untuk membaca soal2 ujian secara mendalam, tandai kata kunci dan putuskan beberapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing2 soal. kerjakan soal2 yang mudah terlebih dahulu baru soal yang tersulit.

5. jawab soal2 ujian secara strategis, mulai dengan yang mudah yang kamu ketahui, kemudian soal2 yang memiliki nilai tertinggi.

6. ketika mengerjakan soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih. abaikan jawaban yang kamu tahu salah, tebaklah suatu pilihan jawaban ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat kamu abaikan. jangan asal menebak apabila terjadi pengurangan nilai.

7. ketika mengerjakan soal esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum mengerjakan.

8. ketika mengerjakan soal esai, jawab langsung poin utamanya. tulis kalimat pokokmu dalam kalimat pertama. gunakan paragraf beikutnya untuk mendiskusikan poin2 utama secara mendetail.

9. sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa jawabanmu. hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas setelah kamu menjawab soal.

10. analisa hasil ujianmu, setiap hasil ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. tentukan strategi mana yang tdak berhasil dan ubahlah.

cara menghilangkan stress

jika kamu merasakan tekanan yang berlebihan saat bekerja di kantor, atau saat ujian, cobalah beberapa cara dibawah ini:

organisir dan prioritaskan

kerjakan berbagai pekerjaan yang sulit dan palng penting terlebih dahulu, kemudian periksa ulang semua pekerjaan kamu sehingga tak ada yang tertinggal. sebelum pulang, sempatkan beberapa menit membereskan meja dan mengagendakan pekerjaan esok hari.

sesuaikan harapan dengan kemampuan

siapkan hasil kerja jangka pendek dan jangka panjang bagi diri kamu sendiri. hindari mengobral janji atau terlalu banyak keinginan agar semua pekerjaan bisa dikerjakan dengan lancar.

jangan lupakan kesehatan

pastikan kamu tidur yang cukup dan berkualitas, cukup minum, mengkonsumsi makanan yang bergizi dan olah raga secara rutin. semua ini akan membantu meningkatkan mood kamu.

cari faktor penyebab lainnya

kenali semua sumber stress yang timbul, apa yang membuat anda stress? dan cibalah menghadapinya.

jangan meributkan hal remeh

kenali apa yang tidak bisa dan mampu kamu lakukan. bisa jadi kamu sendiri yang menjadikan stress dengan mengambil banyak tanggung jawab. bila anda harus pulang sore, datanglah lebih pagi sehingga semua pekerjaan tertanganni.

hilangkan harapan uang kurang realistis

menetapkan harapan yang terlalu tinggi, malah akan menjatuhkan anda sendiri nantinya. terutama akibat tekanan yang anda rasakan. sekali lagi, sesuaikan dengan kemampuan kamu.

tetapkan waktu santai

tetapkan beberapa menit untuk istirahat dan santai guna mengembalikan fitalitas dan stamina fisik, emosi juga mental kamu. jangan malu untuk melakukan peregangan otot ringan disekitar meja kamu.

delegasikan

jangan merasa bisa melakukan semuanya sendirian. delegasikan pekerjaanmu yang lebih ringan pada bawahanmu termasuk pekerjaan rumah.

batasi gangguan

hilangkan semua hal yang akan mengganggu termasuk handphone dan jauhkan pesawat telepon dari meja kamu. kamu akan bekerja lebih cepat dan fokus bila gangguan bisa diminimalisir.

MSG

Penambahan zat tambahan dalam makanan berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan.

Pada awalnya zat-zat tambahan tersebut berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan yang selanjutnya disebut zat tambahan alami. Umumnya zat tambahan alami tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan manusia. Akan tetapi, jumlah penduduk bumi yang makin bertambah menuntut jumlah makanan yang lebih besar sehingga zat tambahan alami tidak mencukupi lagi. Oleh karena itu, industri makanan memproduksi makanan yang memakai zat tambahan buatan (sintesis). Bahan baku pembuatannya adalah dari zat-zat kimia yang kemudian direaksikan. Zat tambahan sintesis yang berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping misalnya: gatal-gatal, dan kanker.

Salah satu yang sering ditambahkan adalah bahan penguat rasa atau penyedap makanan. Bahan penguat rasa atau penyedap makanan yang paling banyak digunakan adalah MSG (Monosodium Glutamate) yang sehari-hari dikenal dengan nama Vetsin.

MSG atau Monosodium Glutame merupakan sekumpulan kristal putih kecil yang mampu menyedapkan rasa suatu makanan. Penggunaan kristal putih ini dipopulerkan pertama kali oleh masyarakat Negeri Sakura. Sejarah mencatatkan bahwa selama ratusan tahun, masyarakat disana hampir selalu menyuguhkan makanan lezat. Usut punya usut, ternyata kelezatan itu berasal dari pemakaian sejenis rumput laut bernama Laminaria Japonica (dalam sumber lain disebutkan ganggang laut kombu).

Pada perkembangannya, Professor Kikunae Ikeda, ilmuwan kimia dari Universitas Tokyo, berhasil menemukan rasa itu pada asam gultamat. Inovasi ini memunculkan satu rasa baru yaitu umami (lezat), melengkapi empat rasa sebelumnya: asam, manis, asin dan pahit. Jauh sebelumnya di Jerman sekitar tahun 1866, menurut sumber lain, Ritthausen sukses mengisolasi asam glutamat dan mengubahnya dalam bentuk Monosodium Glutamate (MSG) kendati belum tahu manfaatnya yang menyedapkan penganan.

Selepas penemuan ini, asam glutamat mulai diproduksi Jepang lewat ekstraksi dari bahan alami. Tak disangka, permintaan pasar pada produk ini terus meningkat. Demi memenuhi tuntutan tersebut, pada tahun 1956 setelah ditemukan cara produksi L-glutamic acid (fermentasi), asam glutamat pun diproduksi dengan cara tersebut. L-glutamic acid inilah inti dari MSG, yang berbentuk kristal putih kecil.

MSG dibahasakan juga sebagai mononatrium glutamat, merupakan garam dari asam glutamat, salah satu asam amino paling lazim yang ikut membentuk protein. Zatnya yang mampu menyedapkan rasa itu terselip di bagian glutamat pada molekulnya. Alhasil senyawa apapun dapat dipakai untuk membebaskan glutamat tersebut.

MSG sejatinya tidak memiliki rasa. Akan tetapi bila dibubuhkan ke dalam makanan, akan terbentuk asam glutamat bebas yang ditangkap oleh reseptor khusus di otak dan selanjutnya menghadirkan rasa dasar dalam makanan yang jauh lebih lezat dan gurih. Masyarakat Jepang menyebutnya Aji Nomoto, yang berarti ”Intisari Rasa” atau pusat cita rasa.

Kendati produksi MSG terus –menerus mengalami peningkatan, kehadiran MSG pada perkembanganya justru kian diwaspadai masyarakat. Masih ingat peristiwa di tahun 1968, ketika publik diramaikan oleh label CRS (Chinese Restaurant Syndrome yang kemudian disebut MSG Complex Syndrome) berupa gejala sakit kepala dan rasa terbakar di sekitar leher, lengan dan dada, diikuti kekakuan otot yang menyebar sampai ke punggung serta timbulnya mual dan jantung berdebar-debar setelah melahap makanan mengandung MSG.

Sampai saat ini meski tidak seekstrem tahun 1968, masyarakat masih melihat MSG sebagai bahan makanan yang sarat sumber penyakit. Paling sering terdengar adalah anggapan MSG sebagai penyebab kanker. Walau belum bisa dibuktikan, namun hampir setiap penderita kanker dilarang mengonsumsi MSG karena kristal putih ini akan memicu pertumbuhan sel-sel kanker.

Selama ini penelitian mengenai MSG lebih banyak dipraktikkan pada hewan. Jurnal Neurochemistry International bulan Maret 2003 sebagaimana ditulis Tonang Dwi Ardyanto dari Laboratiorium Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret dalam sebuah situs, melaporkan pemberian MSG sebanyak 4mg/g berat badan ke bayi tikus menimbulkan neurodegenerasi berupa jumlah neuron lebih sedikit dan rami dendrit lebih renggang. Kerusakan ini terjadi perlahan sejak umur 21 hari dan memuncak pada 60 hari. Sementara bila MSG disuntikkan ke tikus dewasa, akan mengakibatkan gangguan pada neuron dan daya ingat.

Masih seputar hasil penelitian terhadap tikus (dari sumber yang sama), bahwa menurut Jurnal Brain Research, pemberian MSG 4mg/g terhadap tikus hamil pada hari ke-17- 21, melahirkan anak-anak tikus yang rentan kejang, lemah dalam ketrampilan hidup dan lebih gemuk . Hasil penelitian ini kemudian diuji cobakan pada manusia dan hasilnya sangat variatif. Sebagian menunjukkan efek negatif MSG sebagaimana pada hewan, tapi sebagian lainnya tidak terbukti.

Inilah kemudian yang membuat FDA yakin bahwa MSG merupakan bahan makanan aman selagi dikonsumsi dengan wajar. Namun karena kebanyakan orang tidak memiliki kondisi tubuh yang sama, formula FDA tersebut idak dapat diterapkan pada setiap tubuh.

Nyatanya, penderita asma mengeluhkan serangan yang terjadi setelah memakan MSG. Juga hadirnya migren pada penikmat MSG di kalangan anak-anak dan remaja seperti Laporan Jurnal Pediatric Neurology. Tak ketinggalan pula timbulnya MSG Complex Syndrome pada diri seseorang yang sudah merasa dirinya sensitif usai mengonsumsi MSG walau dalam kadar yang tidak banyak.

Sejatinya, glutamat terdapat dalam hampir semua bahan makanan. Sebut saja keju, susu, daging, jagung, jamur, anggur, tomat, kentang, ayam, ikan, telur, kecap, saus dan lain sebagainya. Karena itu penambahan MSG menjadi penting untuk deperhatikan sebagai upaya menatati syara’ dalam menjaga sisi thayyib suatu makanan.

Menurut Tonang, rata-rata dalam sehari penambahan MSG dibatasi sebanyak 2,5g – 3,5g (berat badan 50-70kg) dan dilarang menggunakan dosis tinggi sekaligus. Pasalnya, seringkali konsumen tidak menyadari pemakaian dosis MSG, main tambah satu sendok teh dan seterusnya. Padalah satu sendok teh itu rata-rata berisi 4-6 gr MSG.

Di samping kadar, lagi-lagi ingredient dalam pembuatan MSG juga perlu diwaspadai. Ingat kasus Ajinomoto pada tahun 2000 yang diharam kan MUI karena menggunakan bacto soytone dalam proses produksinya. Dikatakan dalam fatwa tentang produk penyedap rasa (monosodium glutamate) dari PT. Ajinomoto Indonesia, bahwa telah terjadi pertemuan persenyawaan medium agar-agar, babi dalam satu tempat/wadah, dan sama-sama basah, demi mengembangbiakkan bakteri yang digunakan pada proses selanjutnya.

gel

Gel merupakan sistem semisolida terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel kecil anorganik atau molekul-molekul besar organic yang diinterpenetrasikan dalam sebuah cairan. Sistem gel paling sederhana terdiri dari air yang dikentalkan dengan getah alam misal tragakan, xanthan, bahan semi sintetik misal metilselulosa, karboksimetilselulosa atau hidroksietilselulosa ataupun bahan sintetik misal karbomer, polimer dan karboksivinil. Sistem gel ada yang tampak transparan dan ada juga yang translucent, karena ingrediennya mungkin tidak terdispersi secara sempurna atau membentuk agregat yang sedikit terdispersi. Karakteristik umum gel yaitu memiliki struktur kontinyu seperti sifat dari bahan padat. Viscositas dari gel umumnya tergantung dari jumlah atau berat molekul dari bahan pengental yang ditambahkan.

Selulosa semisintetik banyak digunakan sebagai pengental dalam formulasi gel misalnya yaitu metilselulosa, karboksi metilselulosa, hidroksietilselulosa, hidroksipropilselulosa dan hidroksipropilmetilselulosa. Dalam pengembangan prototype formula gel perlu dilakukan evaluasi type dan grade selulosa yang digunakan. Sebagai contoh jika diinginkan gel yang transparan maka penggunaan hidroksipropilmetilselulosa sebagai bahan pengental lebih cocok jika dibandingkan dengan metilselulosa. Faktor inkompatibilitas juga harus diperhatikan dalam pemilihan bahan pengental. Sebagai contoh hidroksietilselulosa bersifat inkompatibel dengan beberapa garam, metilselulosa dan hidroksipropilselulosa incompatible dengan preservatif golongan paraben. Keberadaan bahan oksidator dalam formulasi gel yang mengandung selulosa juga harus dihindari karena degradasi oksidatif pada rantai polimer dapat menyebabkan penurunan secara cepat viskositas.

Polisakarida dengan rantai bercabang misalnya tragakan, pectin, karegen adalah dihasilkan secara alami dari tumbuhan sehingga dapat memiliki sifat fisik tergantung dari asalnya. Penggunaan bahan ini dalam formula gel berkisar antara 0.5-10%, tergantung pada viskositas yang di inginkan. Viskositas biasanya akan meningkat dengan penambahan bahan pensuspensi anorganik, misalnya magnesium silikat trisilikat. Tragakan merupakan campuran polisakarida larut air dan polisakarida tidak larut air yang memiliki muatan negatif dalam larutan air sehingga bersifat inkompatibel dengan beberapa preservative. Asam alginat adalah koloid karbohidrat hidrofilik yang dihasilkan dari ganggang laut dan garam sodium, digunakan sebagai pembentuk gel dengan konsentrasi 5-10%. Beberapa gum bersifat tidak efektif pada gel hidroalkohol yang mengandung alcohol lebih besar dari 5%.

Bahan pembentuk gel yang saat ini juga banyak digunakan dalam bidang farmasi dan kosmetik adalah polimer karboksivinil yaitu karbomer. Karbomer merupakan polimer sintetik dengan berat molekul tinggi dari asam akrilat yang disambung silang dengan alilsukrosa atau alil eter dari pentaeritriol. Contoh grade farmasetika dari karbomer adalah carbopol®981. Pada formulasi yang mengandung air atau pelarut polar, gelasi karbomer dapat diinduksi dengan penambahan basa organic, misalnya sodium atau potassium hidroksida. Sedangkan pada sistem yang kurang polar ataupun ataupun nonpolar dapat dinetralkan dengan golongan amina, misalnya trietanolamin, dietanolamin, ataupun dengan basa amina misal diisopropanolamin,aminoetil propanol, tetra hidroksi propel etilendiamin dan trometamin. Netralisasi yang berlebihan pada karbomer dapat berakibat turunnya viskositas dari karbomer.

Pemanasan dapat mempercepat proses gelasi pada karbomer, namun suhu pemanasan tidak boleh lebih dari 70°C. Dikarenakan karbomer merupakan polimer sintetik maka variasi spesifikasi antar lot relative kecil, namun perbedaan antar batch dalam hal rata-rata berat molekul mungkin terjadi sehingga dapat berpengaruh terhadap karakteristik reologi dari karbomer.

spektrofotometer

SPEKTROSKOPI INFRAMERAH DEKAT

PENDAHULUAN

Teknik analisis spektroskopi termasuk salah satu tenik analisis instrumental disamping teknik kromatografi dan elektroanalisis kimia. Teknik tersebut memanfaatkan fenomena interaksi materi dengan gelombang elektromagnetik seperti sinar-x, ultraviolet, cahaya tampak dan inframerah. Fenomena interaksi bersifat spesifik baik absorpsi maupun emisi. Interaksi tersebut menghasilkan signal-signal yang disadap sebagai alat analisis kualitatif dan kuantitatif. Contoh teknik spektroskopi absorpsi adalah UV/VIS, inframerah (FT-IR) dan absorpsi atom (AAS). Sedang contoh spektroskopi emisi adalah spektroskopi nyala dan inductively coupled plasma (ICP), yang merupakan alat ampuh dalam analisis logam. Masih banyak teknik lain yang didasarkan pada hamburan atau difraksi cahaya seperti turbidimetri dan sinar-x
Investasi besar dalam peralatan-peralatan di atas amat penting dalam menunjang misi laboratorium. Tetapi pemanfaatannya amat bergantung pada kemampuan sumber daya manusia. Kurangnya pemahaman teori dasar, spektrum aplikasi, serta validasi/verifikasi metodanya seperti yang dipersyaratkan pada SNI 19 – 17025 – 2005 akan menyebabkan kurangnya common sense dan kepercayaan diri untuk menerapkannya ke dalam berbagai macam masalah analisis kimia.

DASAR TEORI

Spektroskopi inframerah merupakan salah satu alat yang banyak dipakai untuk mengidentifikasi senyawa, baik alami maupun buatan. Dalam bidang fisika bahan, seperti bahan-bahan polimer, inframerah juga dipakai untuk mengkarakterisasi sampel. Suatu kendala yang menyulitkan dalam mengidentifikasi senyawa dengan inframerah adalah tidak adanya aturan yang baku untuk melakukan interpretasi spektrum. Karena kompleksnya interaksi dalam vibrasi molekul dalam suatu senyawa dan efek-efek eksternal yang sulit dikontrol seringkali prediksi teoretik tidak lagi sesuai. Pengetahuan dalam hal ini sebagian besar diperoleh secara empiris dan pengalaman.

SPEKTROSKOPI INFRAMERAH DEKAT

Spektroskopi inframerah dekat (IMD) didasarkan pada efek overtone molekul dan getaran kombinasi. Transisi dua efek ini “terlarang” dalam aturan larangan pada mekanika kuantum. Sebagai hasilnya, absorptivitas molar pada wilayah inframerah dekat cukup kecil.

Teknik ini memiliki keuntungan karena IMD secara umum dapat jauh menembus sampel daripada radiasi “inframerah sedang”. Teknik ini dikenal kurang sensitif, tetapi sangat berguna dalam pengujian material “mentah” (belum diolah), tanpa atau hanya sedikit persiapan sebelumnya. Dalam praktek, NIRS seringkali dikalibrasi dengan teknik lain yang lebih sensitif untuk mendapatkan hubungan antara hasil kedua teknik itu.

Spektrum yang dihasilkan overtone molekul dan getaran kombinasi di bagian IMD umumnya sangat lebar, sehingga terbentuk spektrum-spekrum yang rumit. Ini menyulitkan penentuan komponen kimiawi yang spesifik. Teknik-teknik kalibrasi statistika multivariat (seperti analisis komponen utama atau kuadrat terkecil parsial) sering dipakai untuk memberikan informasi tentang kandungan kimiawi yang diinginkan.

Spektroskopi (Gelombang) Inframerah-Dekat (Inggris: Near-infrared Spectroscopy, biasa dikenal dengan singkatannya: NIRS) merupakan satu teknik spektroskopi yang menggunakan wilayah panjang gelombang inframerah pada spektrum elektromagnetik (sekitar 800 sampai 2500 nm). Dikatakan “inframerah dekat” (IMD) karena wilayah ini berada di dekat wilayah gelombang merah yang tampak. Penggunaan teknik (dan alat) ini umum di bidang farmasetika, diagnostik medis, ilmu pangan dan agrokimia (terutama yang terkait dengan pengujian kualitas), riset mesin bakar, serta spektroskopi dalam astronomi.

PENGGUNAAN

Teknik spektroskopi ini umum dipakai dalam analisis kedokteran, farmasetika (pembuatan obat), produk-produk pembakaran, ilmu pangan dan kimia pertanian, serta astronomi.

Kedokteran

NIRS umum dipakai dalam diagnostik medis, terutama dalam pengukuran kadar oksigen darah, atau juga kadar gula darah. Meskipun bukan teknik yang sangat sensitif, NIRS “tidak menakutkan” pasien/subjek karena tidak memerlukan pengambilan sampel (non-invasif) dan dilakukan langsung dengan menempelkan sensor di permukaan kulit.

Teknik ini juga dipakai dalam pengukuran dinamika perubahan senyawa tertentu dalam suatu organ, misalnya perubahan kadar hemoglobin di suatu bagian otak akibat aktivitas saraf tertentu. Dalam penggunaan fisiologis semacam ini, NIRS dapat dikombinasi dengan teknik lain, seperti MRI atau CT-scan.

Penginderaan jauh

Pencitraan (imaging) NIRS yang diletakkan pada pesawat terbang/balon udara atau satelit digunakan untuk menganalisis kandungan kimia tanah atau hamparan vegetasi penutup permukaan tanah. Ini adalah aplikasi di bidang tata ruang, kehutanan, serta geografi.

Ilmu pangan dan kimia pertanian

Spektroskopi menggunakan NIRS dalam bidang ini disukai karena tidak memerlukan persiapan sampel yang rumit. Selain itu, seringkali sampel bisa digunakan lagi untuk keperluan lain; misalnya, benih bisa langsung ditanam setelah diukur kandungan asam lemaknya. Instrumentasi NIRS yang berkembang pesat dengan dengan penggunaan komputer membuat alat ini populer.

Walaupun demikian, kalibrasi NIRS sangat kritis dalam bidang ini mengingat bahan sampel mengandung campuran berbagai macam zat. Proses adjustment dalam analisis untuk menghasilkan informasi dapat memberikan nilai-nilai yang kurang akurat.

Spektrofotometer FTIR

Pada dasarnya Spektrofotometer FTIR (Fourier Trasform Infra Red) adalah sama dengan Spektrofotometer IR dispersi, yang membedakannya adalah pengembangan pada sistim optiknya sebelum berkas sinar infra merah melewati contoh. Dasar pemikiran dari Spektrofotometer FTIR adalah dari persamaan gelombang yang dirumuskan oleh Jean Baptiste Joseph Fourier (1768-1830) seorang ahli matematika dari Perancis. Fourier mengemukakan deret persamaan gelombang elektronik sebagai :



f(t) = a0 + a1 cos w0t + a2 cos 2w0t + … + b1 cos w0t + b2 cos 2w0t

dimana :

- a dan b merupakan suatu tetapan
t adalah waktu
ω adalah frekwensi sudut (radian per detik)
( ω = 2 Π f dan f adalah frekwensi dalam Hertz)

Dari deret Fourier tersebut intensitas gelombang dapat digambarkan sebagai daerah waktu atau daerah frekwensi. Perubahan gambaran intensitas gelobang radiasi elektromagnetik dari daerah waktu ke daerah frekwensi atau sebaliknya disebut Transformasi Fourier (Fourier Transform).

Selanjutnya pada sistim optik peralatan instrumen FTIR dipakai dasar daerah waktu yang non dispersif. Sebagai contoh aplikasi pemakaian gelombang radiasi elektromagnetik yang berdasarkan daerah waktu adalah interferometer yang dikemukakan oleh Albert Abraham Michelson (Jerman, 1831)

Cara Kerja Alat Spektrofotometer FTIR

Sistim optik Spektrofotometer FTIR seperti pada gambar dibawah ini dilengkapi dengan cermin yang bergerak tegak lurus dan cermin yang diam. Dengan demikian radiasi infra merah akan menimbulkan perbedaan jarak yang ditempuh menuju cermin yang bergerak ( M ) dan jarak cermin yang diam ( F ). Perbedaan jarak tempuh radiasi tersebut adalah 2 yang selanjutnya disebut sebagai retardasi ( δ ). Hubungan antara intensitas radiasi IR yang diterima detektor terhadap retardasi disebut sebagai interferogram. Sedangkan sistim optik dari Spektrofotometer IR yang didasarkan atas bekerjanya interferometer disebut sebagai sistim optik Fourier Transform Infra Red.

Pada sistim optik FTIR digunakan radiasi LASER (Light Amplification by Stimulated Emmission of Radiation) yang berfungsi sebagai radiasi yang diinterferensikan dengan radiasi infra merah agar sinyal radiasi infra merah yang diterima oleh detektor secara utuh dan lebih baik.

Detektor yang digunakan dalam Spektrofotometer FTIR adalah TGS (Tetra Glycerine Sulphate) atau MCT (Mercury Cadmium Telluride). Detektor MCT lebih banyak digunakan karena memiliki beberapa kelebihan dibandingkan detektor TGS, yaitu memberikan respon yang lebih baik pada frekwensi modulasi tinggi, lebih sensitif, lebih cepat, tidak dipengaruhi oleh temperatur, sangat selektif terhadap energi vibrasi yang diterima dari radiasi infra merah.

Keunggulan Spektrofotometer FTIR

Secara keseluruhan, analisis menggunakan Spektrofotometer FTIR memiliki dua kelebihan utama dibandingkan metoda konvensional lainnya, yaitu :

  1. Dapat digunakan pada semua frekwensi dari sumber cahaya secara simultan sehingga analisis dapat dilakukan lebih cepat daripada menggunakan cara sekuensial atau scanning.
  2. Sensitifitas dari metoda Spektrofotometri FTIR lebih besar daripada cara dispersi, sebab radiasi yang masuk ke sistim detektor lebih banyak karena tanpa harus melalui celah (slitless).

Pustaka

Giwangkara S, EG., 2006, “Aplikasi Logika Syaraf Fuzzy Pada Analisis Sidik Jari Minyak Bumi Menggunakan Spetrofotometer Infra Merah – Transformasi Fourier (FT-IR)”, Sekolah Tinggi Energi dan Mineral, Cepu – Jawa Tengah

http://en.wikipedia.org/wiki/Joseph_Fourier

UJI DISOLUSI (KETERSEDIAAN HAYATI IN VITRO)

Suatu produk obat dapat berbeda dari produk pabrik lain dalam hal bahan baku, komposisi/formula, serta fabrikasinya. Perbedaan tersebut dapat menyebabkan perbedaan dalam pelepasan bahan obat dari sediaan yang akhirnya akan berpengaruh pada efikasi/kemanjuran produk tersebut. (Abdou, 1989, Blanchard, Swachuck, Brodie, 1979). Pada umumnya produk obat mengalami absorbsi sistemik melalui suatu rangkaian proses yang meliputi :

  1. disintegrasi produk yang diikuti dengan pelepasan obat
  2. pelarutan obat dalam media “aqueous”
  3. absorbsi melalui membran sel menuju sirkulasi sstemik

Pada ketiga proses di atas ditentukan oleh tahap yang paling lambat di dalam suatu rangkaian proses kinetic yang sering disebut tahap penentu kecepatan (Rate Limiting Step). Untuk obat yang mempunyai kelarutan kecil dalam air, laju pelarutan seringkali merupakan tahap yang paling lambat di dalam, oleh karena itu mengakibatkan terjadinya efek penentu kecepatan terhadap bioavailabilitas obat. Sebaliknya untuk obat yang mempunyai kelarutan besar dalm air, laju pelarutannya cepat sedangkan laju lintas atau tembus obat melewati membran merupakan yahap penentu kecepatannya.

Telah banyak publikasi yang menyatakan adanya hubungan yang bemakna antar kecepatan disolusi berbagai bahan obat dari sediaannya dan absorbsinya. Obat-obat tersebut umumya meliputi obat-obat yang kecepatan disolusinya sangat lambat yang disebabakan kelarutannya sangat kecil. Obat-obat yang memiliki kecepatn disolusi intrinsik yang < 0,1 mg/menit.cm2 biasanya menimbulkan masalah serius pada absorbsinya, seangkan obat-obat yang memiliki kecepatan disolusi intrinsic > 1,0 mg/menit.cm2. Pada umunya kecepatan disolusi bukan menjadi langkah penentu, tapi kecepatan absorbsinya.

Disolusi didefinisikan sebagai proses dimana suatu zat padat masuk ke dalam pelarut menghasilkan suatu larutan. Secara sederhana, disolusi adalah proses dimana zat padat melarut. Secara prinsip dikendalikan oleh afinitas antara zat padat dengan pelarut. Dalam penentuan kecepatan disolusi dari berbagai bentuk sediaan padat terlibat berbagai proses disolusi yang melibatkan zat murni. Karakteristik fisik sediaan, proses pembasahan sediaan, kemampuan penetrasi media disolusi ke dalam sediaan, proses pengembangan, proses ddisintegrasi, dan degradasi sediaan, merupakan sebagaian dari faktor yang mempengaruhi karakteristik disolusi obat dari sediaan.

Kecepatan Pelarutan

Secara sederhana kecepatan pelarutan didefinisikan sebagai jumlah zat yang terlarut dari bentuk sediaan padat dalam medium tertentu sebagai fungsi waktu. Dapat juga diartikan sebagai kecepatan larut bahan obat dari sediaan farmasi atau granul atau partikel-partikel sebagai hasil pecahnya bentuk sediaan obat tersebut setelah berhubungan dengan cairan medium. Dalam hal tablettent bias diartikan sebagai mass transfer, yaitu kecepatan pelepasan obat atau kecepatan larut bahan obat dari sediaan tablet ke dalam medium penerima. Penelitian tentang disolusi telah dilakukan oleh Noyes Whitney dan dalam penelitiannya diperoleh persamaan yang mirip hokum difusi dari Fick :

dc = DAK (Cs-C)

dt h

dimana :

dc/ct : laju pelarutan obat

D : tetapan laju difusi

A : luas permukaan partikel

Cs : kadar obat dalam “stagnant layer”

C : konsentrasi obat dalam bagian terbesar pelarut

K : koefisien partisi munyak/air

h : tebal “stagnant layer”

Dari persamaan di atas terlihat bahwa kinetika pelarutan dapat dipengaruhi oleh sifat fisikokimia, formulasi, dan pelarut.

Banyak cara untuk mengungkapkan hasil kecepatan pelarutan suat zat atau sediaan. Selain persamaan di atas cara lain untuk mengungkapkan pelarutan adalah sebagai berikut :

1. Metode Klasik

Metode ini dapat menunjukkan jumlah zat aktif yang terlarut pada waktu t, yang kemudian dikenal dengan T-20, T-50, T-90, dan sebagainya. Karena dengan metode ini hanya menyebutkan 1 titik saja, maka proses yang terjadi di luar titik tersebut tida diketahui. Titik terebut menyatakan jumlah zat aktif yang terlarut pada waktu tertentu.

2. Metode Khan

Metode ini kemudian dikenal dengan konsep dissolution efficiency (DE)area di bawah kurva disolusi di antara titik waktu yang ditentukan. Dirumuskan dengan persamaan sebagi berikut :

DE = 0t ∫Y dt x 100%

Y100.t

Beberapa eneliti mensyaratkan bahwa penggunaan DE sebaiknya mendekati 100% zat yang terlarut. Keuntungan metode ini adalah :

  1. dapat menggambarkan seluruh proses percobaan yang dimaksud dengan harga DE
  2. dapat menggambarkan hubungan antara percobaan in vitro dan in vivo karena penggambaran dengan cara DE ini mirip dengan cara penggambaran pecobaan in vivo

3. Metode linierisasi kurva kecepatan pelarutan dengan menggunakan sebagai contoh persamaan wagner

Berdasarkan pada asumsi sebagai berikut :

a. kondisi percobaan harus dalam keadaan sink yaitu Cs>>>C

b. proses pelarutan mengikuti orde I

c. luas permukaan spesifik (S) turun secara eksponensial fungsi waktu

d. kondisi proes pelarutannya non reaktif

AlatUji Disolusi Farmakope

Uji disolusi hamper di semua negar telah mengikuti kriteria dan peralatan yang sama. Sedangkan metode dan peralatan secara rinci dinyatakan dalam masing-masing farmakope, seperti jecepatan pengadukan, komposisi volume media dan ukuran mesh dapat bervariasi untuk monografi individu obat dan masing-masing farmakope.

Alat Uji Disolusi 1 dan 2

Cara pertama yang diuraikan dalam Farmakope Indonesia adalah cara keranjang yang menggunakan pengaduk jenis keranjang dan cara yang kedua adalah cara dayung yang menggunakan pengaduk bentuk dayng. Di Farmakope Indonesia kedua cara ini dikenal dengan cara keranjang dan dayung.

MUSE-UNINTENDED

you could be my unintended
choice to live my life extended

you could be the one i’ll always love

you could be the one who listens to my deepest inquisitions

you could be the one i’ll always love

i’ll be there as soon as i can

but i’m busy

mending broken

pieces of the life i had before

first there was the one who challenged

all my dreams and all my balance

she could never be as good as you

you could be my unintended choice

to live my life extended

you should be the one i’ll always love

i’ll be there as soon as i can

but i’m busy mending broken

pieces of the life i had before

(repeat)

before you

ne lagu mang berarti bgt (^o^) capa ci yang gak bakal seneng dinyanyiin lagu ini, eazy listening dan yang pasti artinya dalam bgt

Kau bisa menjadi calon suamiku
kau bisa membuat hidupku lebih lama
Kau satu-satunya yang selalu kucintai
Kau satu-satunya yang setia mendengarkan
keingintahuan ku yang terdalam
Kau satu-satunya yang selalu kucintai

Aku akan melakukannya secepat aku bisa
tapi aku sibuk menata potongan hidupku yang hancur
sebelumnya.

Sebelumnya, ada seseorang yang sangat menarik
semua mimpiku dan semua keseimbanganku
Dia tak pernah sesempurna dirimu

Kau bisa menjadi calon suamiku
Kau bisa membuat hidupku lebih lama
kau satu-satunya yang selalu kucintai

Aku akan melakukannya secepat aku bisa
tapi aku sibuk menata potongan hidupku yang hancur
yang ku dapat sebelumnya

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.